INDONESIA saat ini
sudah berkembang pesat dengan canggihnya teknologi yang mulai masuk ke
ranah perdesaan. Saat ini hampir setiap orang memiliki handphone,
televisi, sepeda motor dan semacamnya, Teknologi telah menjadi kebutuhan
primer bukan lagi sekunder apalagi tarsier. Jika zaman dahulu dengan
adanya pakaian telah memenuhi sebagian dari kebutuhan hidupnya saat ini
tidak lagi tanpa alat teknologi seakan tidak punya apa-apa, tidak punya
handphone seakan tidak punya pakaian, tidak punya motor seakan tidak
punya kaki, tidak punya televisi seakan tidak ada keceriaan dalam
hidupnya. Begitulah kenyataan hari ini.
Dibilang
baik, memang baik. Dengan adanya teknologi serba canggih dapat membantu
tugas dan peran sebagai manusia namun yang perlu diperhatikan dampak
negatif dari teknologi itu sendiri. Sering kali membawa malapetaka bagi
siapa yang tidak bisa megendalikannya betapa banyak kekacauan yang
terjadi di sebabkan alat teknologi. Siapa yang salah? Ya, pemiliknya.
Contoh nih;
Adanya Handphone
Handphone
berfungsi sebagai alat penyambung lidah dari tempat ke tempat, dari
Negara ke Negara, sebagai alat komunikasi yang efektif, sebagai alat
teknologi yang super speed, hingga sebagian besar bisnis di Indonesia
dibantu denagan adanya Handphone yang selalu menjadi teman baiknya.
Namun
tidak bisa dipungkiri lagi kehancuran Indonesia terutama pada remajanya
salah satunya disebabkan oleh adanya handphone. Dengan handphone
bisnis-bisnis haram kerap terealisasi, video perusak moral dengan
gampangnya dapat ditonton. Anak-anak se-usia dini yang seharusnya
belajar di sakunya tersimpan bulpen di tangannya tergenggam buku,
sekarang anak se-usia itu bulpen di sakunya berganti power bank dan buku
ditangannya berganti handphone. Kerjanya itu itu aja. Kalau bukan main
game ya, nonton. Kalau yang remajanya paling tidak telfon-telfonanlah
sama pacarnya.
Saat
ini handphone juga menjadi media penyebar fitnah. Hampir setiap hari
kita jumpai yang salah dibenarkan, yang benar di salahkan samapai-sampai
kita bingung mana yang benar antara keduanya.
Kendaraan Bermotor
Arus
lalu lintas setiap hari selalu dipenuhi kendaraan yang berlalu-lalang
tidak pernah sepi dari yang namanya kendaraan. Bagus sih, meskipun punya
pekerjaan atau bisnis yang jauh dari tempat senantiasa dengan mudah di
jangkau dengan adanya kendaraan yang mewarnai kehidupan ini.
Namun
jika mau memperhatikan ternyata efek sampingnya lebih besar dari pada
kemaslahatannya. Dengan adanya motor muda-mudi gampang sekali jalan
berduaan dengan pacarnya, membonceng cewek keluyuran tak kenal waktu.
Kemudian melakukan adegan yang seharusnya tidak di lakukan. Sungguh
diluar dugaan.
Dilanjutkan
dengan kasus kriminal yang terjadi saat ini hampir semua pelakunya
menggunakan sepeda motor. Dan kemungkinan besar kasus kriminal tak
sepesat ini tanpa kendaraan. Penyakit-penyakit yang sering nempel
ditubuh insyaallah dapat berkurang tanpa adanya kendaraan. Mengapa ?,
coba dah kalau tidak punya kendaraan kemana-mana pasti jalan kaki dengan
begitu kesehatan akan tetap terjaga. Dan masih banyak contoh lainnya
selain beberapa hal di atas yang dapat kita perhatikan sendiri selain
handphone dan kendaraan.
Pada
dasarnya semua itu tergantung pada siapa yang menggunakan. Jika
digunakan untuk hal yang baik maka berefek baik juga pada pelakunya,
jika digunakan pada hal yang buruk maka berefek buruk juga pada
pelakunya. Teknologi saat ini bisa berdampak baik jika mampu
mengendalikannya namun jangan sampai kita yang dikendalikan oleh
teknologi itu sendiri.